Rabu, 27 November 2013
Apa itu Telecenter
19.37 | Diposting oleh
Redaksi 1 |
Edit Entri
da era globalisasi ini ada kemiskinan baru yang muncul, yakni kemiskinan
informasi. Tidak dapat dipungkiri, sesungguhnya mulai zaman batu
informasi merupakan kunci untuk menentukan yang survive atau tidak. Dan
kini di Indonesia dengan teknologi informasi yang baru dan mulai
berkembang, masalahnya bergeser menjadi masalah “kemiskinan akses”
terutama dirasakan pada daerah-daerah terpencil atau pedesaan.Teknologi
informasi dan kesempatan untuk bertukar informasi adalah salah satu
faktor yang sangat mempengaruhi kita dalam segala macam hal, misalnya
kalau kita bangun pagi, bagaimana anda tahu itu jam berapa? Tentunya
dari jam tangan atau weker anda. Namun kita dapat men-set jam tangan
kita itu dari sumber informasi yang lain, contohnya radio atau televisi,
nah itu berarti kita sudah menggunakan teknologi informasi. Contoh
lain, kalau petani ingin mencari langganan baru atau harga yang lebih
baik untuk produknya, bagaiman caranya?. Networking (jaringan manusia)
adalah salah satu solusi, dan makin luas networknya, makin baik
kesempatannya untuk mengatasi kebutuhan atau masalah kita.
Lalu bagaimana cara kita untuk
mendapatkan networking seluruh masyarakat atau bahkan seluruh dunia?
Melalui media internetlah solusinya. Lewat internet kita dapat berpartisipasi dan berkontribusi tanpa birokrasi dan dengan biaya yang relatif murah. Lewat telecenter, media alternatif pengembangan bisnis pedesaan yang bersistem komunikasi 2 arah inilah nantinya para usaha tani, pedagang
atau siapa saja yang ingin mengiformasikan usaha dan kebutuhannya. Dan
informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah.
Apa itu telecenter ? Adalah
tempat/ media mengakses informasi, berkomunikasi, mendapatkan layanan
sosial/ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi komunikasi
(TIK) berupa komputer
dan sambungan internet. Merupakan program pengembangan komunitas lokal
yang pendiriannya di daerah pedesaan, dengan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi.
Tahun 2007 didirikan 4 telecenter, yaitu (7)
Telecenter “Mandiri” Kabupaten Bondowoso, (8) Telecenter “Rumpintec”
Kabupaten Pacitan, (9) Telecenter “Planet” Kabupaten Tulungagung, dan
(10) Telecenter “Daragati” Kota Malang.
Tahun 2008 berdiri 4 telecenter,
yaitu (11) Telecenter “Agrotech” Kabupaten Pasuruan, (12) Telecenter
“Bromo” Kabupaten Probolinggo, (13) Telecenter “Bumi Penataran”
Kabupaten Blitar, dan (14) Telecenter “Anglingdharmo” Kabupaten
Bojonegoro.
Tahun 2009 didirikan juga 4
telecenter, yaitu (15) Telecenter “Hibrid” Kabupaten Trenggalek, (16)
Telecenter “Jayati” Kota Kediri, (17) Telecenter “Asriloka” Kabupaten
Banyuwangi, dan (18) Telecenter “Bekisar” Kabupaten Sumenep.
Tahun 2010 didirikan pula 5
telecenter, yaitu (19) Telecenter “Wisnu Murti” Kabupaten Magetan, (20)
Telecenter “Kertonegoro” Kabupaten Ngawi, (21) Telecenter “Tanjung Anom”
Kabupaten Nganjuk, dan (22) Telecenter “Kraton” Kabupaten Bangkalan,
dan (23) Telecenter “Banger” Kota Probolinggo.
Tahun 2011 menyusul telecenter 6
telecenter baru, yaitu (24) Telecenter “Sakti” Kabupaten Malang, (25)
Telecenter Kabupaten Kediri, (26) Telecenter Kabupaten Mojokerto, (27)
Telecenter Kabupaten Ponorogo, (28) Telecenter Kota Batu, dan (29)
Telecenter Kota Surabaya.
Namun, ada juga pemerintah daerah
yang secara mandiri mendirikan telecenter, yaitu Pemerintah Kabupaten
Malang dengan nama (30) Telecenter “Tirtoyudo” dan Pemerintah Kabupaten
Tuban sebagai pengembangan telecenter yang sudah ada, yaitu (31)
Telecenter “Meteor”.
Maksud dan tujuan didirikannya Telecenter adalah:
- Memberdayakan masyarakat dengan kemudahan akses terhadap informasi dasar seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
- Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal mengakses informasi penggunaan komputer, manajemen telecenter dan lain-lain melalui pelatihan-pelatihan.
- Mendorong masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat dengan kegiatan pembangunan komunitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
- Mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihkan terkait untuk membangun komunitas lokal.
Pengembangan Program Telecenter
Pemerintah melalui Bappenas
bekerjasama dengan UNDP (United Nations Development Program) akan
membangun sekitar 1.000 pusat pengelola data elektronik (telecenter) di
seluruh Indonesia hingga lima tahun kedepan.(Jakarta, CyberNews).“Telecenter
sebagai pusat informasi berbasis internet diharapkan dapat
memberdayakan masyarakat miskin di daerah-daerah tertinggal,” kata
Direktur Proyek Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP),
Bappenas, Agung Hardjono, kepada pers.
Menurut Agung, fokus proyek Pe-PP adalah
masyarakat miskin yang memiliki aktivitas ekonomi antara lain, petani,
nelayan, pedagang, perajin.
“Pembangunan telecenter nantinya dapat
mengidentifikasi potensi, kondisi, dan kebutuhan masyarakat sehingga
dapat memberikan layanan yang optimal sesuai dengan kebutuhan spesifik
pengguna,” kata Agung. (ant/Cn08)” (Suara Merdeka.com)
BAPPENAS-UNDP dalam salah satu
programnya untuk mengurangi kemiskinan yaitu dengan memanfaatkan
teknologi telecenter ini.
Pendidikan Network (Telecenter)
sangat mendukung inisiatif BAPPENAS-UNDP ini, dalam mengatasi
kemiskinan, anak-anak di Indonesia mampu belajar mengenai komputer,
dapat mengakses internet dan berpartisipasi dalam pengembangan
pendidikan dan negara kita.
Dan kini, kendala yang dihadapi
bukanlah masalah teknologi. SDM di telecenter-telecenter yang pandai dan
berdedikasi untuk rakyatnya ini masih minim. Banyak orang Indonesia
sudah pandai mengimplementasikan teknologi, tetapi tanpa SDM yang
“Terlatih Khusus” dan sangat bermutu dan mampu mengurus
kebutuhan-kebutuhan rakyat dipedesaan, akan berdampak telecenter yang
kurang berjalan maksimal.
Label:
profile
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar